Tutup Mulut Soal Dosa Mafia PETI, Akibatnya “TNKS Menjadi Rusak”

Ditulis oleh : Solin Padlian

KERINCI, Lensa Info. id– Tambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Penetai Desa Muara Hemat Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi mengapa tidak dihentikan secara permanen.

Sebelumnya, Peti di Penetai ini di gempur oleh aparat Kepolisian yang terdiri dari jajaran Polda Jambi, Polres Kerinci. Alhasil, beberapa orang ditangkap dan dipenjarakan di tahun 2023 lalu.

Pantauan Lensa Info,  apresiasipun tak terbendung, dukungan kian mengalir dari berbagai pihak untuk menghentikan aktivitas ini di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Konflik menjadi jadi bahkan oknum menuntut yang dibui agar dibebaskan.

Tak tanggung tanggung, pemblokiran jalan nasional Kerinci Bangko dilakukan terkait persoalan ini. Nahas, tidak membuahkan hasil, yang salah tetap dihukum sesuai dengan Undang undang yang berlaku tentang “pertambangan emas tanpa izin”.

Usut usut, pelaku utama, keterlibatan hingga pemberian izin gelap mengapa tidak dibui bahkan aktivitas pencarian emas selain tambang juga dilakukan di aliran sungai Penetai menggunakan mesin penyedot dan mendulang.

Dalam hal ini, Fakta menjawab ulah biang pelaku utama membuka Peti di Kerinci beberapa tahun lalu, menjalar informasi dan tindakan merekrut pekerja baru untuk mengeruk tanah bumi demi emas ilegal. aktivitas yang tidak berhenti, akibatnya satu orang pencari emas Edi Suparman Lubis (35) hanyut terbawa arus sungai Penetai pasca tingginya curah hujan beberapa hari yang lalu. Ia ditemukan dalam kondisi tewas oleh Basarnas pada hari Kamis 18/1/2024.

Namun, siapakah diblakang Aktifitas Peti (oknum) dan penampung emas tanpa izin ini ?

Menurut salah satu warga, pencarian Emas di Sungai Penetai masih aktif yang dilakukan pada malam atau di siang hari. Sehingga masyarakat sekitar kualahan untuk memberi teguran dikarnakan suatu faktor aktifitas ini dilakukan secara diam diam.

“Kami tidak bisa menegur secara pribadi, tapi kalau masa yang membuat gerakan dan memberantas aktifitas itupun harus ada dukungan dan kesepakatan. yang menjadi kewalahan kami ialah pencarian emas yang dilakukan oleh oknum dilakukan secara diam diam”ungkap salah satu warga sabtu 27/1/2024.

“Kami tidak tau siapa dibalik aktifitas ini termasuk pemodalnya juga siapa itu sulit rasanya untuk kami ketahui, hutan disini ya rusak, pencemaran sudah jelas betul bahkan juga ada yang menelan korban itupun dikarenakan ia bekerja saat arus sungai naik dan tingginya curah hujan. Selain itu korban yang hanyut, salah satu anggota basarnas juga hanyut saat melakukan pencarian”tambahnya.

“Ini jarang disuarakan, kami yakin ada yang tutup mulut, dulunya para Depati Muara langkap juga memerangi hal ini, Tapi entahlah sekarang. Sebenarnya ini tugas kita bersama. Agak misteri kesannya, pelaku sudah jelas juga mafia, berdosa karena sudah melakukan pengrusakan hutan. kedepanya kami bisa berharap Polisi, Polhut dan Pemerintah Daerah, DPR hingga Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tetap mengawal kasus yang terjadi terhadap larangan Peti di Penetai Desa Muara Hemat Kecamatan Batang Merangin Kabupaten Kerinci ini”tutupnya.