660 PEMBACA

Jalan Nasional Sungai Penuh Kerinci Terlihat Semakin Hancur

Lensainfo.id, Berita Kerinci – Ruas Jalan Nasional Sanggarang Agung – Sungai Penuh makin hari kian rusak parah. Dari pantauan terdapat beberapa kerusakan di beberapa titik, semuanya masuk kawasan kecamatan Danau Kerinci, kabupaten Kerinci provinsi Jambi. Berawal dari daerah kota Sungai Penuh dan kearah Kerinci hilir seperti di desa Koto Tengah (Seleman), Desa Simbelut, Tebing Tinggi hingga desa Sanggarang Agung.

Informasi yang didapat, jalan nasional tersebut baru saja diperbaiki dengan tambal sulam beberapa bulan yang lalu, yakni pada akhir tahun 2021. Namun hingga hari ini terlihat kondisi jalan sangat memprihatinkan, sebab jalan tersebut bergelombang tidak beraturan sehingga kerap kali terjadi kecelakaan hingga menelan korban jiwa.

“Iya, kondisi jalan bergelombang yang sangat parah, dari jauh tidak tampak sama sekali jalan bergelombang, hampir tiap hari terjadi kecelakaan di sini, baik itu motor maupun mobil, bahkan tidak jarang menelan korban jiwa,” ungkap Anton yang sehari – hari melewati jalan itu.

Ditempat terpisah, Mat Amin pengendara roda dua saat diwawancarai menuturkan, bahwa arus lalu lintas pada siang hari sangat padat di jalan nasional tersebut, mulai dari mobil ekspedisi hingga dump truck yang selalu terlihat konvoi.

“Benar sekali, arus lalu lintas pada siang hari sangat padat, salah satunya adalah mobil ekspedisi hingga dump truck, dengan kondisi jalan yang bergelombang dan berlobang, tentunya sangat membahayakan,” ujar Mat Amin sambil berharap kepada pemerintah.

Diketahui, jalan nasional Sanggarang Agung – Sungai Penuh tersebut adalah satu – satunya akses yang dilewati Dump truck pengangkut bahan material galian C ilegal untuk pembangunan penyiapan lahan sisi darat tahap I Bandara Depati Parbo yang pelaksananya adalah CV Kihendra Pratama dengan nilai kontrak lebih dari 14 Miliar rupiah.

Selain itu, jalan tersebut juga diketahui akses utama pengangkut bahan material yang dipasok dari Pesisir Selatan (Sumbar) untuk mega proyek PLTA Batang Merangin.

Bahkan, kepala Bandara Depati Parbo Farel Tobing ketika dihubungi media melalui pesan singkat seakan enggan memberi klarifikasi terkait bahan material timbunan yang digunakan untuk pembangunan penyiapan lahan sisi darat tahap I bandara diambil dari tambang galian C ilegal yang gencar beroperasi di wilayah Pinggir Danau Kerinci.

“Maaf, untuk  jawaban ini bapak langsung konfirmasi ke kontraktornya, terimakasih,” ujar kepala Bandara Depati Parbo singkat.

Hingga berita ini dipublish, pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) IV maupun pihak   belum dapat untuk dikonfirmasi. (W3N)