180 PEMBACA

Masyarakat Pengasilama Panik, Hasil Perkebunan Kopi Mereka Digarap Maling

Lensainfo.id, Berita Kerinci –  Di tengah wabah pandemi ini, warga Desa Pengasilama  Kecamatan  Bukit Kerman Kabupaten Kerinci resah dengan banyaknya laporan kehilangan hasil pertanian

Warga, banyak mengeluh kehilangan hasil pertanian di kebunnya sendiri. Salah satunya adalah Zulfan yang akrab disubut Nakik Yuni.

Kepada media mengungkapkan kehilangan Kopi yang berada dilokasi kebunnya hilang atau curi didekat batangnya pada malam hari sebelum dipanennya pada pagi hari. Sabtu ( 1/5/2021 )

“Pelakunya diperkirakan lebih dari Satu orang, dan mengambilnya pada malam hari menariknya pelaku mengambil hanya diwilayah ruas tengah ladang, sementara kopi yang dipinggir-pinggir batas kebun meski hilang tidak seberapa,” ungkapnya.

” dikatakannya, hal ini tidak bisa dibiarkan maling berkeliaran di Desa Pengasilama, jika dibiarkan tentunya hal ini akan mengancam keselamatan seluruh hasil tanaman masyarakat, ” kita berharap dan meminta kepada pihak pemerintah Desa maupun lembaga Adat Biang Sari Pengasilama menyikapi kisruh dan keluhan masyarakat ajun arah pengasilama, uhtuk segera mengambil langkah dan bertindak dan menindak tegas para pelaku yang maling itu , dan jika hal ini tidak segera disikapai tentunya akan berdampak dengan  korban selanjutnya, karena si pelaku merasa bebas berkeliaraan dalam Desa Pengasilama,” cetus Zulfan

Lebih lanjut dikatakanya, Agar terciptanya kenyamanan dan ketertiban bagi masyarakat Desa Pengasilama diminta kepada aparat Pemerinah Desa berkerja sama dengan lembaga Adat biang Sari, kapan perlu pihak desa mengeluarkan surat edaran bagi masyarakat yang akan menjual hasil pertaniannya seperti Kulit Manis, Kopi hasil pertanaian lainnya harus membawa surat keterangan yang diketahui oleh Pemerintah Desa dan orang Adat yang dalam surat tersebut menyatakan bahwa Si A benar -benar memiliki kulit manis dan kopi di ladangnya dengan jumlah sekian batang, dan kopinya sekian Hektar, ” ujarnya . Dengan Adanya cara seperti ini secara otomatis telah memperkecil ruang gerak sipelaku maling diwilayah Pemerintahan Desa Pengasi Lama, ” harapnya

Sementara Pjs Kades Pengasilama Afretmen Losta, S.Sos ketika dikonfimasi media, membenarkan keluhan warga sering kehilangan hasil -hasil kebunnya seperti kulit Manis, maupun Kopi di wilayah pengasilama,” ya menurut  kades pihkanya sebelumnya telah menggelar muyawarah terkait keluhan masyarakat, direncanakan akan dibentuk satpam desa yang  khusus bertugas untuk mengawasi masyarakat yang menjual hasil -hasil pertanianya, yang honornya diambil dari DD, namun dikeranakan kondisi covid-19 terjadinya refocusing  anggaran maka hal ini tidak jadi dilaksanakan,” terangnya

Namun pihak Pemerintah maupun Lembagga Adat Biang Sari Desa tidak tinggal diam untuk ikut dan segera mungkin menyikapi keluhan masyarakat sering kehilangan, dan akan bertindak tegas kepada pelaku tampa tebang pilih , apakah dia orang asli pengasi ataukah dia orang luar ,” kita akan mengambil tindakan sesuai dengan hukum  adat mapupun hukum pemeriantah,” tandas Afretmen . (Red )