1.030 PEMBACA

Disorot Pembayaran 100 Persen Mega Proyek , Dinas PU Kerinci Masih Bungkam

Lensainfo.id, Berita Kerinci -Pembayaran 100 persen pekerjaan empat mega proyek dengan nilai miliaran rupiah di lingkup PU Kerinci menui sorotan tajam publik. Dinas PU selaku instansi terkait masih diam.

Sementara pihak DPPKAD Kerinci membenarkan bahwa pembayaran sudah dilakukan 100 persen kepada empat perusahaan yang mengerjakan proyek. Namun DPPKAD mengaku dilakukannya pembayaran berdasarkan hasil PHO dan SPM dari Pengguna Anggaran (PA) Dinas PU Kerinci yang tak lain Kadis PU, Maya Novebri.

Hal ini disampaikan Kabid Perben DPPKAD Kerinci, Edi, saat dikonformasi wartawan. Menurut dia, mekanisme pencairan dana berdasarkan hasil PHO dan SPM dari PA.

“Pencairan dana berdasarkan hasil PHO dan SPM dari PA,” ungkapnya.

Namun, kata dia, kewenangan DPPKAD sebatas administrasi, terkait bagaimana kondisi di lapangan, bukan ranah DPPKAD.

“Bagaimana kondisi riel di lapangan itu bukan ranah kami. Kami sarankan lebih baik di konfirmasi dengan SKPD terkait agar informasinya tidak simpang siur,” jelasnya.

Terkait hal ini, awak media, berupaya mengkonfirmasi kepada pihak PU Kerinci, mulai dari Kadis PU, dan kabid Cipta Karya. Namun, masih belum mendapat jawaban. Dihubungi via telphone tak dijawab, begitupun pesan singkat WhatsApp juga tidak menjawab sesuai dengan yang ditanya.

Dengan diamnya Dinas PU Kerinci terkait pembayaran proyek 100 persen dengan pekerjaan belum tuntas, menambah sorotan tajam kepada instansi tersebut. Disinyalir, ada kongkalikong antara instansi dengan rekanan selaku pekerja proyek.

“Kita tidak tahu siapa yang salah, yang jelas pelaksanaan pembangunannya terlambat. Anehnya kenapa pencairan bisa mencapai 100 persen. Sementara pekerjaan masih terus dilaksanakan. Ini kan aneh,” ujar anggota Komisi lll DPRD Kerinci, Mensediar Rusli, kepada wartawan,

Untuk diketahui, empat mega proyek di Kabupaten Kerinci tahun 2020 dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAU) APBD Kerinci tak tuntas tepat waktu hingga akhir tahun. Anehnya pembayaran justru sudah 100 persen kepada rekanan.

Data yang dihimpun, empat mega proyek tersebut yakni proyek RSU di Ujung Ladang dikerjakan CV Purnama Jaya Konstruksi dengan nilai Rp 1,8 Miliar, sedangkan RSU di Bukit Kerman dikerjakan CV Gunung Bujang dengan nilai Rp 1,8 Miliar.

Kemudian, proyek Islamic Center di Semurup dikerjakan oleh PT Halim Pratama Perkasa dengan nilai Rp 2,9 Miliar, dan pembagunan Kantor Camat Gunung Raya dikerjakan Cv Jambi Hulu Karya dengan nilai Rp 1,3 Miliar. (W3N)