Aneh,, Seh Ba’i Orang Tua yang Hidup Sebatang Kara Ternyata Tidak Terdata Sebagai Penerima PKH

Lensainfo.id, Berita Kerinci – Seh Ba’i (79) warga desa Pancuran Tiga kecamatan Danau Kerinci Barat kabupaten Kerinci Jambi yang tinggal sebatangkara di gubuk sempit dan mungil kian menuai simpati publik, tak sedikit warga diberbagai wilayah datang untuk membantu langsung ke gubuk yang tak layak huni tersebut. Baik beruoa sembako maupun berupa moril.

Seh Ba’i viral setelah diberitakan oleh berbagai media online, benar – benar membuat hati publik terenyuh, seakan tak percaya.

Pasalnya ditengah bergelimangnya program bantuan yang bersumber dari anggaran APBN seperti PKH maupun APBD, tapi miris Seh Ba’i hanya baru saja terdata sebagai calon penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Dengan keadaan tersebut membuat warga Kerinci mendesak Bupati Kerinci Adi Rozal agar membantu lansia tersebut berupa rumah layak huni.

“Kepada bapak bupati Kerinci agar membangun rumah layak huni buat kakek tersebut, meski itu rumah kecil,” ungkap Soni salah seorang warga Kerinci.

Senada dengan Safri salah seorang aktivis Kerinci, yang menurutnya itu semua sudah diatur oleh berbagai Undang – undang, salah satunya Undang – undang no 11 tahun 2009 pasal 7 ayat 1 yang mengatur tentang kesejahteraan sosial, salah satu tujuannya adalah tersedianya rumah yang layak untuk tempat tinggal lanjut usia serta demi menjamin rasa aman dan nyaman bagi lanjut usia.

“Iya, disini kami tegaskan serta mendesak agar bupati Kerinci segera turun tangan atasi masalah kakek Seh Ba’i, beliau sekarang butuh tempat tinggal yang layak huni, itu semua sudah diatur dalam Undang – Undang salah satunya no 11 tahun 3009 pasal 7 ayat 1,” tegas Safri kepada media ini Jum’at (15/5)

Dan yang buat kami kesal, kata Safri, beliau tidak termasuk sebagai penerima PKH. padahal beliau termasuk kategori warga terlantar dan lansia.

“Beliau sama sekali tidak terdaftar sebagai penerima PKH, sungguh aneh Kerinci ini, ini adalah pelajaran berharga buat kita semua, terutama pihak Dinas Sosial, tapi untungnya kades Pancuran tiga mendata beliau sebagai penerima BLT,” kata Safri bernada kesal.

Sementara itu, Samardin yang selaku Plt kadis Sosial kabupaten Kerinci saat dikonfirmasi via ponsel mengatakan belum mengetahui persis hal tersebut.

“Saya belum tau pasti apa beliau terdata atau tidak sebagai penerima PKH, tunggu besok saya lihat datanya, dan dalam waktu dekat kami akan survei ke lokasi kakek tersebut,” kata Samardin.

By, (Wendri Hardika)